Dari Lapas Kelas IIA Cilegon, Gerakan Tracing TB Terintegrasi CKG Resmi Dimulai

CILEGON, INFO_PASS – Dinas Kesehatan Kota Cilegon terus memperkuat upaya percepatan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan berlangsung di 92 lokus se-Kota Cilegon. Kegiatan ini diawali di Lapas Kelas IIA Cilegon sebagai lokasi pertama pelaksanaan skrining, sebelum dilanjutkan secara bertahap di seluruh wilayah kerja puskesmas.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada 28 Juli hingga 24 Agustus 2026 di Lapas Kelas IIA Cilegon dengan target sebanyak 2.000 warga binaan yang akan dijangkau melalui 20 lokus kegiatan. Pemilihan Lapas Kelas IIA Cilegon sebagai lokasi awal merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas cakupan deteksi dini TB pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, sekaligus memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan.

Selanjutnya, kegiatan akan dilaksanakan secara bergilir di wilayah kerja Puskesmas Cibeber, Gerogol, Purwakarta, Jombang, Cilegon, Ciwandan, Citangkil, Citangkil II, hingga Pulomerak. Setiap wilayah kerja puskesmas ditargetkan menjangkau sekitar 800 sasaran yang tersebar pada 8 lokus kegiatan, dengan jadwal pelaksanaan hingga awal Desember 2026.

Program Tracing TB Terintegrasi dengan CKG merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang menggabungkan skrining Tuberkulosis dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pemeriksaan untuk mendeteksi TB secara dini, tetapi juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan lainnya sehingga penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

Seluruh kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dengan melibatkan tim dari masing-masing puskesmas. Dinas Kesehatan Kota Cilegon juga meminta seluruh puskesmas untuk menyiapkan sasaran masyarakat dan lokasi kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar pelaksanaan berjalan optimal.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Cilegon berharap penemuan kasus TB dapat terus meningkat, sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan yang tepat, memutus rantai penularan, serta mendukung tercapainya target eliminasi Tuberkulosis di Kota Cilegon. Sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, Lapas Kelas IIA Cilegon, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mewujudkan masyarakat Kota Cilegon yang lebih sehat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *