Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta terus berkomitmen memberikan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pengembangan keterampilan warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan menjahit yang merupakan hasil kerja sama antara Rutan Kelas I Surakarta dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Senin (27/07). Kegiatan ini diikuti oleh 10 warga binaan perempuan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Dalam pelatihan tersebut, para warga binaan memperoleh pembelajaran mengenai teknik dasar hingga praktik menjahit pakaian seragam sekolah. Dengan pendampingan Prof. Dr. Dra. Sunarmi selaku Guru Besar Kajian Budaya ISI Surakarta dari para instruktur, peserta dikenalkan pada penggunaan peralatan menjahit, pengukuran dan pemotongan bahan, penyusunan pola, hingga proses menjahit pakaian secara bertahap. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta ketelitian warga binaan dalam menghasilkan produk jahit yang berkualitas.
Pelatihan menjahit menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang diberikan Rutan Kelas I Surakarta melalui sinergi bersama ISI Surakarta. Selain mengembangkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap disiplin, kesabaran, tanggung jawab, dan semangat berkarya. Melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, warga binaan didorong untuk memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Ke depan, keterampilan menjahit yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk meningkatkan kemandirian dan membuka peluang usaha setelah kembali ke tengah masyarakat. Rutan Kelas I Surakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program pembinaan yang relevan, produktif, dan berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki kesiapan serta kemampuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas kelak.
(Red)














